Otak Segar, Idea Segar, PEMBACA SEGAR

10 June 2007 | Kategori Artikel: Coretan Jurulatih Penulis Karya Bestseller

Sebelum ini saya ada berbincang mengenai kehebatan otak. Otak adalah aset yang perlu digembleng potensinya agar ia menjadi suatu alat menghasilkan sesuatu yang hebat. Bagi penulis sesuatu yang hebat itu tentulah karya hebat. Semasa di Jakarta saya ada membaca beberapa karya yang hebat.

Change sebuah karya fenomena yang terjual ratusan ribu naskhah adalah suatu karya hasil otak dan minda hebat. Isinya berkisar kepada diri manusia dan persekitaran. Persekitaran itu meliputi pejabat, rumahtangga dan rakan-rakan. Bagaimana keseluruhan ini menjadi agen perubahan diri. Karya ini ditulis oleh seorang pensyarah, Dr. Rhenald Kasalli. Kajian selama berbelas tahun penuh tekun menghasilkan karya terhebar Indonesia ini. Re-Code, juga karya Dr. Rhenald Kasalli, mengungkap kajian mengkod semula DNA diri, pemikiran dan organisasi. Juga karya hebat dan menjadi bestseller tahun ini.

Financial Revolution, sebuah karya yang memang merevolusikan cara kita mengurus kewangan. Dengan cara dan teknik segar mengurus kewangan diri. Ala-ala karya Robert T. Kiyosaki dan Adam Khoo, tetapi mempunyai perspektif tersendiri. Mereka ini pasti puas dengan karya tulisan mereka.

Saya yakin dan percaya, kesemua karya terhasil di atas adalah karya hasil olahan minda hebat. Otak dipraktiskan menyelidik, melihat dan menganalisa fakta. Penghasil idea segar, agen kepada karya hebat. Pastinya karya segar dari idea segar menjadikan pembaca juga segar.

Petikan dari AkademiPenulis.com

Aset Berharga: Otak dan Minda

















OTAK MANUSIA (OTAK ANDA, SAYA DAN KITA SEMUA)


June 3, 2007 | Author: Fauzul Naim | Filed under: Coretan Jurulatih Penulis Karya Bestseller

Aset Yang Paling Berharga Adalah….?

Tentu ramai yang membuat spekulasi mengenai aset tersebut. Aset tersebut adalah...

Ya! Otak adalah aset yang paling berharga di dalam dunia. Ia memang tersedia tetapi malangnya kita tidak memanfaatkannya. Otak yang kita gunakan dikatakan hanya 10 peratus sahaja sepanjang hayat kita. Benarkah? Itu masih didebatkan oleh ramai pakar.

Namun begitu, sebagai seorang penulis, otak adalah mekanisme penting dalam menjadikan sesebuah karya itu sebuah karya yang baik ataupun tidak. Pada pandangan saya, ia bermula daripada niat. Apakah niat sebenarnya kita menulis, kemudian daripada niat tersebut diproses oleh otak bagi menterjemahkannya kepada usaha dan terhasilnya karya.

Niat yang suci murni menjadikan karya tertulis juga meresap mudah. Sebaliknya jika niatnya hanya sekadar inginkan wang dan harta. Maka isi karyanya juga hanya biasa-biasa.

Otak perlu dieksplorasikan bagi menghasilkan sesuatu yang terbaik. Otak yang menjelajah dan selalu menyelidik, diselami dengan kreativiti menjadikan apa sahaja dilakukan menarik lagi tertarik

fatih_akiyel menulis di dalam 4 June 2007 - 11:33 am | Lawat pautan

Apakah benar aset yang berharga hanya itu saja? Setelah membaca dari tulisan diatas saya sempat berpikir bahwa otak bukanlah satu-satunya aset yang berharga, ada aset lain yang juga berharga sama dengan otak yakni hati. Tulisan saudara bilang bahwa “niat yang suci murni menjadikan karya tertulis juga meresap mudah. Namun sebaliknya jika niatannya hanya inginkan wang dan harta, maka isi karyanya juga biasa-biasa saja.” jadi, benarkah otak semata-mata aset berharga tanpa adanya hati yang memotivasi otak untuk berpikir membuat karya tulis yang berharga bukan hanya untuk mencari keuntungan semata?


Terima kasih Fatih di atas persoalan tersebut. Saya pun hendak bertanya balik di manakah sebenarnya hati itu? Adakah jantung yang memproses edaran darah ataupun hati kita yang menjadi penapis segala bahan toksik itu?


Petikan dari AkademiPenulis.com